Bandung. Beberapa minggu yang lalu, di sebuah unit rekam medik sebuah rumah sakit bertaraf international muncul suatu wacana desentralisasi penyimpanan rekam medik. Kalau saya pikir wacana tersebut sangat tidak bagus mengingat sejak dibuka sampai saat ini penyimpanan telah dilakukan secara sentral (terpusat).
Penyimpanan secara terpusat yang saya maksud disini adalah keadaan dimana rekam medik rawat jalan dan rawat inap tersimpan dalam satu berkas dan didalam satu rak penyimpanan. Sedangkan wacana desentralisasi yang dimaksud adalah keadaan dimana rekam medik rawat jalan dan rawat inap di simpan secara terpisah.
Menurut saya dari kedua jenis cara penyimpanan diatas, cara penyimpanan secara terpusat adalah cara yang lebih bagus dibanding cara desentralisasi. Maka dari itu bila rumah sakit tersebut menjadikan wacana penyimpanan secara desentralisasi menjadi satu kenyataan, saya menilai unit rekam medik tersebut mengalami suatu kemunduran. Mengapa bisa begitu?
Karena saat ini wacana yang harus dibangun dan di wujudkan adalah wacana komputerisasi rekam medik. Kalau komputerisasi rekam medik itu data tersimpan dalam satu server. Jadi sebenarnya saya pengen bilang kalau suatu rumah sakit sudah memilki satu sistem penyimpanan secara terpusat, maka sistem itu hampir menyerupai sistem penyimpanan data pada server. Secara fisik mungkin saja server itu terbagi-bagi secara terpisah tapi secara logic,server itu terpusat (sepengaetahuan saya sih seperti itu hehehehehe
).
Sebenarnya mau pake sistem desentralisasi itu juga tidak salah tapi jika sudah terbentuk satu sistem sentralisasi dan kemudian diubah ke desentralisasi, maka hal itu adalah suatu penghamburan sumber daya. Dalam menentukan sistem penyimpanan yang akan dipakai kita perlu mempertimbangkan beberapa hal. Antara lain masalah sumber daya manusia(SDM).
Apa ya hubungan SDM dengan sistem penyimpanan terpusat? Nanti kita sharing lagi di posting berikutnya. Selain faktor SDM juga ada ada faktor lain yang harus diperhatikan lho…
. Eh iya kalau ada hal yang kurang benar atau bahkan salah mohon masukannya. Terima kasih.@pwh
Filed under: Tukar Pikir Tagged: | Komputerisasi Rekam Medik, manajemen unit rekam medik, rekam medik, sharing








Kak,, aku anak rekam medis semester4 neh..
aku bakal PKL semester depan,,
tapi, aku masih bingung ma judul,,
kakak punya ide g?
di bales ya,,
makasih
Ayu, makasih ya dah mampir di weblog aq…
Kalau judul atau topik buat PKL, sebenarnya Ayu bisa melakukan survey dulu ke t4 dimana Ayu mau melakukan PKL. kalau dari saya, topiknya bisa dari masalah pelaporan, ketepatan pengkodean diagnosa &tindakan medis, manajemen unit RekMed, pelaksanaan jamkesmas, dll.
wah… ternyata ini blognya orang2 medis… Lam kenal ya
bukan orang medis, tapi perekam medis
kak q anak rekam medis semester 6 n skrng mw TA..q dah tentuin jdulnya tentang kebutuhan rak..kalau bleh tau buku tentang perhitungan rak apa saja?terima kasih ya kak..mhon diblas..
sipppppp sentralisasi dan desentralisasi mempunyai kelebihan adn kekurangan masing masing..so gimana…hehehe mampir juga ke blog aku
Makasih ya Henry dah mampir…. Klo aq sih tetep milih Sentralisasi. karena menurut aq sentralisasi lebih mudah untuk dikembangkan ke arah yang lebih canggih.
salam. mohon bantuannya,,,apakah anda punya contoh skripsi/ Ta yang judulnya tentang penghitungan kebutuhan rak berkas rekam medis?
karna ini buat acuan skripsi saya.
terimakasih.
mohon sarannya.
lumayan…
Makasih ya dah mampir…. Next time mampir lagi ya bos…
sdh pasti sistem desentralisasi akan serba boros …..penyatuan berkas rm rj dan ri atau sentralisasi failing ane sangat setuju… kecuali mungkin desen ini dpt digunakan utk memisahkan khusus pasien eksekutif apalagi dengan gedung terpisah utk memenuhi pencapaian target waktu layanan retrieval berkas rm.