Persetujuan Tindakan Medis

Bandung. Beberapa hari ini berita dari berbagai media masa memuat kasus hukum antara pihak Rumah Sakit Omni International dengan Ibu Prita Mulyasari. Tentunya teman-teman sudah mengetahui berita tersebut. Menurut pengamatan saya pribadi salah satu hal yang tersirat didalam masalah tersebut adalah ketidak jelasan informasi dan persetujuan dari pihak pasien saat diambilnya suatu tindakan medis. Saya tidak akan membahas masalah  hukum yang sedang berlangsung, tetapi ingin berbagi mengenai pentingnya dari suatu persetujuan tindakan medis bagi pihak pemberi layanan kesehatan maupun bagi pihak pasien.

Persetujuan tindakan medis atau Informed Consent (IC) menurut saya adalah suatu hasil komunikasi antara pihak pasien dengan pihak pemberi layanan kesehatan sebelum dilakukan atau tidak  suatu tindakan  medis. Jadi disini harus terjadi komunikasi dua arah.

Pihak pemberi layanan kesehatan wajib memulai komunikasi dengan memberi penjelasan mengenai tindakanmedis yang akan diberika kepada pasien atau wali dari pasien. Penjelasan diusahakan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan diutarakan secara terbuka tanpa ada yang ditutupi tentunya dengan tetap menjaga emosi dari pihak pasien.

Sedangkan pihak pasien juga harus bertindak secara sabar, sadar dan pintar dalam menanggapi penjelasan yang diberikan oleh pihak pemberi layanan kesehatan. Pasien sebaiknya bertanya bila ada poin dari penjelasan yang tidak bisa dimengerti.

Dari komunikasi dua arah tersebut, diharapkan terbentuk satu persetujuan  tindakan medis. Persetujuan ini bisa secara langsung atau tidak langsung dalam bentuk lisan dan atau tulisan. Persetujuan langsung berarti pasien atau wali menyetujui usulan pengobatan atau tindakan yang ditawarkan oleh pihak pemberi layanan kesehatan. Sedang persetujuan tidak langsung biasa terjadi pada kasus gawat darurat yang mengharuskan dilakukan tindakan penyelamatan terllebih dahulu.

Dengan adanya persetujuan tindakan medis yang jelas maka diharapkan petugas medik dapat melaksanakan tugas dengan tenang begitu pula pihak pasien dapat menerima semua tindakan dan resikonya. Tulisan ini diharapkan bisa mengingatkan kita bahwa informasi itu penting dan harus disampaikan secara terbuka kepada pihak yang berhak. Hingga nantinya saat  jika pihak pasien ini menemui resiko yang telah diinformasikan sebelumnya, pihak pasien tidak terlalu berat dan bisa mengikhlaskan.

Semoga tulisan ini bisa mengingatkan kita tentang apa dan pentingnya persetujuan tindakan medis. Jika ada masukan atau saran silahkan langsung saja tulis di bagian komentar. Kami sangat mengharapkan koreksi dari teman-teman semuanya.@pwh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: