Rumah Sakit Bergoyang

gambar  gdungBandung. Rabu tanggal 2 September 2009 pukul 14.55WIB, terjadi sebuah peristiwa yang menghebohkan di rumah sakit tempat saya bekerja. Seperti judul di atas “Rumah Sakit Bergoyang”. Eits… jangan mikir yang macem-macem, ingat ini bulan puasa.

Memang posting kali ini bukan macam-macam dan sekedar sharing. Ini kejadian heboh yang kenyataan terjadi pada hari, tanggal, dan jam yang tersebut di atas. Pada Hari Rabu tersebut saya masuk shift siang. Saya mulai bekerja pukul 14.00 dan keadaan biasa tanpa ada tanda-tanda aneh yang diberikan oleh alam.

Namun keadaan yang tadinya berjalan seperti biasanya yaitu rutinitas melayani permintaan rekam medis untuk unit layanan kesehatan (poliklinik dan rawat inap) tiba-tiba berubah mendadak heboh. Tiba-tiba saja gedung  bertingkat 9 tempat saya bekerja serasa bergoyang seakan-akan mau runtuh. Sontak saya berhenti bekerja dan mencoba mengerti akan apa yang terjadi.

Ternyata gempa sedang terjadi, saya mencoba tenang dengan tidak beranjak dari tempat kerja. Akan tetapi gempa terjadi lagi dengan selang yang sangat pendek dan gempa terasa lebih keras. Apa boleh buat, pekerjaan harus segera ditinggalkan dan segera menyelamatkan diri keluar dari gedung bertingkat tersebut.

Begitu saya keluar dari pintu ruang penyimpanan rekam medik, teman senior saya juga sedang berjalan dengan cepat sambil berteriak “Gempa-gempa, gempa-gempa, tenang-tenang, keluar ruangan sekarang”. Sebenarnya ada  sebagian karyawan yang ga sadar akan apa yang terjadi, tetapi setelah ada himbauan dari teman senior saya tersebut seluruh karyawan bagian rekam medis pun keluar dari ruangan Unit Rekam Medis.

Di luar ruangan, kita berbaurdengan karyawan lain seperti perawat, petugas bagian billing, bagian pendaftaran, dokter termasuk juga para pasien yang tentunya ketakutan. Kita segera menuju tangga dan pintu keluar biasa maupun yang darurat. Banyak ibu-ibu (pasien wanita) yang benar-benar panik.

Saat itu ada juga ibu hamil yang ikutan berlari keluar dari klinik kandungan. Seluruh pasien poliklinik berlari keluar menyelamatkan diri. Bayi-bayi yang dirawat di ruangan “Nursery”, anak-anak kecil yang diarawat  di ruang perawatan dan para orang dewasa pasien rawat inap semua dikeluarkan (dievakuasi) turun dari ruangan perawatan yang terletak di lantai-lantai atas.

Suatu situasi yang mengjutkan bagi kami yang belum pernah bersiap untuk menghadapi keadaan bencana alam. Ya selama bekerja memang belum pernah diikutkan seminar atau pelatihan menghadapi keadaan gawat karena bencana alam. Pernah ada juga seminar menghadapi kebakaran.

Sebagai bagian dari sebuah instansi pelayanan kesehatan (karyawan non medis), saya dan teman-teman hanya bisa melakukan dua hal :

  • Ikut membantu pasien yang mendapat kesulitan saat evakuasi
  • Menyelamatkan diri sendiri
  • dan ga lebih dari itu (hehehehe takut salah nolong)

Gimana bisa nggak takut salah nolong…. Nih dari kejadian kemaren aja, pasien yang sedang di operasi sama yang ada di ICU/HCU  saja ditinggal (baru gosip sih). Apalagi saya dan teman-teman di Unit Rekam Medik yang merupakan tenaga non medik, tentu ga berani dong ngelakuin evakuasi sembarangan.

Harapan kedepan sih bisa ada pelatihan ato minimal seminar menghadapi keadaan gawat darurat karena keadaan bencana alam. Jadi saat ada bencana alam gempa (seperti kejadian kemaren), banjir dan gunung meletus semua karyawan (medik maupun non medik) dapat menhadapi atau melakukan pertolongan kepada para pasien yang ada tanpa rasa ragu. Dah ah segitu dulu sharing pengalaman saat “Rumah Sakit Bergoyang” . @pwh

Gambar : Search from google.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: