Menetukan Kode ICD X (1)

Bandung. Beberapa kali ada email yang masuk dan menyakan tentang isi blog ini yang masih kurang tajam dalm membahas materi-materi seputar medical record (rekam medik). Salah satunya ada yang menanyakan masalah kenapa kok tidak membahas masalh pengkodean diagnosa.

Terus terang saja, mengkode ICD X itu gampanggampang susah. Jika harus menjelaskan teorinya sih dah ada panduannya yang panjang lebar di buku ICD X. Tapi untuk meringkasnya menjadi panduan yang singkat dan padat itu perlu pembelajaran dan pengalaman yang khusus (menurut saya sih). Soalnya sampai saat ini saya belum begitu percaya diri dengan kemampuan saya mengkode diagnosa suatu kasus penyakit, apalagi kasus penyakit dari pasien rawat inap yang kompleks. Coba ada suatu sertifikasi untuk koder diagnosa penyakit, mungkin bisa sedikit menambah rasa percaya diri ya….

Nah untungnya ada satu buku yang mungkin bisa kita pakai sebagai satu bahan pembelajaran kita. Buku dengan judul “Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan” tersebut ada bagian yang membahas mengenai langkah dasar menentukan kode diagnosa. Saya akan menuliskan langkah- langkah tersebut dalam tulisan ini. Harapannya langkah-langakah dasar tersebut bisa menjadi suatu pemanasan bagi kita untuk mendalami pengkodean diagnosa. Ya semoga saja dari tulisan ini akan terbuka suatu diskusi atau forum untuk memecahkan beberapa kebuntuan atau kesulitan yang kita hadapi di lapangan.

Berikut ini adalah “Semilan Langkah Dasar dalam Menentukan Kode” :

  1. Tentukan tipe pernyataan yang akan dikode, dan buka volume 3 Alphabrtical Index (kamus). Bila pernyataan adalah istilah penyakit atau cidera atau kondisi lain yang terdapat pada Bab I-XIX (vol. I), gunakanlah ia sebagai “lead term” untuk dimanfaatkan sebagai panduan menelusuri istilah yang dicari pada seksi I indeks (Volume 3). Bila pernyataan adalah penyebab luar (external cause) dari cidera (bukan nama penyakit) yang ada di Bab XX (vol. I), lihat dan cari kodenya pada seksi II di Indeks (Vol. 3).
  2. “Lead term” (kata panduan) untuk penyakit dan cidera biasanya merupakan kata benda yang memaparkan kondisi patologisnya. Sebaliknya jangan menggunakan istilah kata benda anatomi, kata sifat atau kata keterangan sebagai kata panduan. Walaupun demikian, beberapa kondisi ada yang diekspresikan sebagai katasifat atau eponim (menggunakan kata penemu) yang tercantum di dalam indeks sebagai “lead term”.
  3. Baca dengan seksama dan ikuti petunjuk catatan yang muncul di bawah istilah yang akan dipilih pada Volume 3.
  4. Baca istilah yang terdapat dalam tanda kurung “()” sesudah “lead term” (kata dalam tanda kurung = modifier,  tidak akan mempengaruhi kode). Istilah lain yang ada di bawah leadterm (dengan tanda (-) minus = idem = indent) dapat mempengaruhi nomor kode, sehingga semua kata-kata diagnostik harus diperhitungkan).
  5. Ikuti secara hati-hati setiap rujukan silang (cross references)dan perintah see dan see also yang terdapat dalam indeks.
  6. Lihat daftar tabulasi (Volume I) untuk mencari nomor kode yang paling tepat. Lihat kode tiga karakter di indeks dengan tanda minus pada posisi keempat yang berarti bahwa isian untuk karakter keempat itu ada di dalam volume I dan merupakan posisi tambahan yang tidak ada dalam indeks (Vol. 3). Perhatikan juga perintah untuk membubuhi kode tambahan (additional code) serta aturan cara penulisan dan pemanfaatannya dalam pengembanan indeks penyakit dan dalam sistem pelaporan morbiditas dan mortalitas.
  7. Ikuti pedoman Inclusion dan Exclusion pada kode yang dipilih atau bagian bawah satu bab (chapter), blok, kategori, atau subkategori.
  8. Tentukan kode yang anda pilih.
  9. Lakukan analisis kuantitatif dan kualitatif data diagnosa yang dikode untuk pemastian kesesuaian dengan pernyataan dokter tentang diagnosa utama di berbagai lemar formulir rekam medis pasien, guna menunjang aspeklegal rekam medik yang dikembangkan.

Kesembilan langkah dasar diatas, semoga bisa memberikan sedikit pemanasan kita untuk membahas masalah pengkodean diagnosa menggunakan ICD X. Eh iya klo ada yang butuh buku ICD X yang terbaru (ICD – 10 Second Edition Tenth Revision) atau CD-nya  bisa pesan lewat saya. Atau mau pesen aplikasi pencarian kode ICD juga bisa, dijamin ga kecewa deh. Ok sampai disini dulu, mohon petunjuk kalau ada salah atau kekurangannya. @pwh

7 Responses

  1. The most comprehensive and very well thought out article I have found on this subject on the internet. Keep on writing, I will keep on visiting to read your new content. This is my fifth time stopping by your homepage .

  2. wah cukup rumit , aq masih smester satu jd blum blajar gnian hahah

  3. mw tanya…
    misalkan doketr tulis di resume dgn diagnosa yang kurang spesifik yaitu syptoms. sperti muntah atau febris. apakah mengkoding diagnosa itu hrus sesuai resume dokter? apa biisa kita tidak sesuai dgn resume?

    • Makasih tlh mampir ke blog ini. saat melakukan pengkodean diagnosa, koder harus sesuai dengan apa yg dokter tulis. karena setahu saya ICD 10 itu sdh menyediakan kode untuk diagnosa yg belum bisa ditegakan, semisal baru berupa symtom/ gejala.

  4. pesan cd aplikasinya berapa?

  5. untuk ICD X, saya sudah mengikuti pelatihan, rasa mumet nih kepala. apalagi harus dilakukan secara manual.
    saya mau tanya untuk aflikasi pencatatan @ pelaporan sesuai dengan standar ICD X di Puskesmas, berapa ya uang jasanya.
    jangan mahal ya bos..
    balasnya di emel (is.kandarj@yahoo.com) aja yang bos…?
    terima kasih.

  6. Maaf sy dari seksi ppsdmk dinas kesehatan kota metro lampung , mau tanya , kami mau mengadakan workshop pengkodean penyakit ICD X untuk puskesmas , mohon info narasumber materi ICD X dpt menghubungi siapa? Imail sy a_durohim@yahoo.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: