Memonitor Berkas Rekam Medik

Bandung. Capek banget kerja hari ini. Mana di luar hujan deres banget, jadi ga bisa langsung ketemu anak istri😦. By the way tulisan berjudul “Menentukan ICD X (1)” masih belum ada yang koment nih, apa ga menarik ya? Tapi ngga apa-apa, nanti kita lanjutkan pembahasan mengenai ICD X itu, biar tambah menarik.

Sekarang sih saya akan sedikit berbagi mengenai pentingnya melakukan monitor terhadap Berkas Rekam Medik (BRM). Pembahasan mengenai monitoring BRM ini akan dibatasi pada sistem rekam medik manual. Kenapa sih kok BRM ini perlu kita monitor? Dimonitor apanya dan oleh siapa?

Berkas rekam medik perlu dimonitor untuk memastikan BRM tersebut siap dan ada saat diperlukan. Siap dan ada itu kalau saya pribadi mengartikannya mulai dari kelengkapan pengisian, kerapihan dan kepastian keberadaannya. Jadi yang dimonitor itu meliputi kelengkapan (secara kuantitas dan kualitas), kerapihan dan keberadaan BRM tersebut.

Kelengkapan BRM dimonitor saat BRM tersebut selesai digunakan oleh para praktisi kesehatan, oleh bagian asembling. Bagian asemblin juga melakukan monitor terhadap kerapihan BRM tersebut. Setelah di asembling barulah dilakukan pengkodean diagnosa maupun tindakan mediknya.

Kemudian untuk kegiatan monitoring terhadap keberadaan BRM, dilakukan oleh petugas bagian filling. Petugas Filling ini bisa memantau melalui buku registrasi atau dengan menggunakan aplikasi monitoring yang sudah diinstal di komputer. Selain itu juga monitoring melalui tracer. Kejadian yang perlu diperhatikan hingga bisa mempengaruhi keberadaan BRM bisa berupa:

  • Penggunaan BRM untuk pelayanan pasien rawat jalan dan atau rawat inap.
  • Peminjaman BRM oleh bagian penunjang laen.
  • Peminjaman BRM oleh dokter / perawat.

Semua kejadian tersebut diatas harus bisa dimonitor dan tercatat dengan baik. Agar berkas rekam medik bisa dipastikan kesiapan dan keeradaannya apabila sewaktu-waktu akan digunakan. Harus diakui kita seringkali kehilangan jejak dari suatu BRM. Yang ternyata setelah dicari-cari BRM tersebut dipinjam oleh bagian lain, misal bagian yang mengurus asuransi. Dan kalau kita pikir-pikir kita kehilangan jejak BRm itu karena kita malas mencatat suatu kejadian di buku register.

Nah ini dulu deh, soal monitoring berkas rekam medik. Kalau ada yang butuh aplikasi monitoring berkas rekam medik, bisa menghubungi saya. Harga ga mahal kok, kita mulai dari 1,5 juta (santai bisa nego tergantung detail dari aplikasi). Yang mungkin ada di luar Bandung bisa kirim demonya dulu kok. So mari kita monitor BRm agar tertib administrasi tercapai dan terjaga.@pwh

2 Responses

  1. Wah, pas banget, saya skripsinya tentang ini, rekam medis, cuman saya bingung cari bahannya, terutama buku, saya lihat di daftar buku banyak banget buku tuh, bisa dicari di mana ya?

    • Bukunya mungkin yang ini :
      1. PEDOMAN MANAJEMEN INFORMASI KESEHATAN di SARANA PELAYANAN KESEHATAN, Hatta, Gemala R, editor. Jakarta: UI Press. 2008.
      2. SYSTEMS ANALYSIS & DESIGN METHODS. Whitten J L; Bentley L D and Barlow V M. Irwin, Boston, 1989.
      3. MEDICAL RECORDS MANUAL – a Guide for Developing Countries, Revised and Updated, WHO-Western Pasicif Region, 2006.
      Emang buku tentang Rekam Medik agak susah, maksudnya jarang ada di perpustakaan umum (bukunya yg jarang ada apa perpustakaannya yang ga ada?) hehehehehe.😀 Selamat berjuang deh…. Terimakasih sudah berkunjung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: