GIGO

Bandung. Lama banget nih saya ga pernah nulis di blog ini. Maklum lagi bingung-bingungnya memasuki masa transisi dari swasta ke negeri. Tulisan kali ini muncul saat lagi ngelamun sambil baca-baca materi lama mengenai rekam medik.

Judul tulisan ini sangat singkat karena hanya mengandung empat karakter. Jangan ditambahi dua karakter (karakter “L”dan “O”) lagi ya…. Bisa kena sensor nih😀.

Empat karakter “GIGO” yang dijadikan judul untuk tulisan ini merupakan sebuah singkatan dari Garbage In Garbage Out. Singkatan ini biasa dibahas dalam bidang pengolahan data menjadi informasi. Seperti kita ketahui rekam medik itu sebenarnya adalah gudang dari data dan bahkan gudangnya informasi. Tapi jika tidak benar dalam pengelolaan rekam medik-nya, yang terjadi ya GIGO ini, dimana data yang masuk adalah sampah dan informasi yang keluar juga berupa sampah.

Beberapa waktu yang lalu saya pernah memuat satu tulisan dengan judul “Pendaftaran Salah Satu Pintu Utama Data”. Tulisan tersebut hanya membahas satu bagian kecil pintu data, yaitu bagian pendaftaran. Sebenarnya dalam satu instasni pemberi layanan kesehatan, data bisa masuk dari beberapa bagian. Misalnya saja dokter, perawat, petugas radiografi, dan petugas laboratorium. Mengapa mereka menjadi pintu masuknya data? Ya karena mereka melakukan kegiatan pelayanan kesehatan kepada pasien baik langsung maupun tidak langsung. Sehingga seharusnya kegiatan-kegiatan tersebut akan tercatat secara detail dalam berkas rekam medik (manual) atau sistim rekam medik yang telah terkomputerisasi.

Nah jika benar-benar semua kegiatan pelayanan tercatat dalam rekam medik, maka rekam medik akan menjadi sebuah bank data baik bagi pihak internal maupun eksternal. Namun yang menjadi pertanyaan sekarang adalah mengenai akurasi, validitas, reliabilitas dan kesinambungan dari data yang tersimpan di rekam medik. Ada apa dengan akurasi, validitas, reliabilitas, dan kesinambungan? Mengapa menjadi pertanyaan?

Akurat, reliable, valid dan berkesinambungan adalah empat syarat data yang baik. Jika rekam medik benar-benar telah dijadikan bank data, maka unit dan sistim rekam medik tersebut harus bisa menjamin syarat tersebut diatas terpenuhi. Jika tidak bisa memenuhi syarat tersebut maka yang pertama terjadi adalah garbage in. Kemudian disusul (setelah data yang ada diolah menjadi informasi) kejadian garbage out itu sudah pasti.

Terus apa yang harus dilakukan untuk bisa menjamin data yang masuk itu memenuhi syarat data yang baik? Salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah memastikan pintu-pintu data tersebut bekerja dengan benar. Dalam artian bahwa pintu-pintu data tersebut memiliki pedoman,kode etik yang jelas dan mematuhi pedoman, kode etik tersebut dalam mengumpulkan data.

Setelah kita memastikan data yang masuk itu memenuhi syarat data yang baik apakah pasti akan menghasilkan informasi yang baik pula? Saya yakin teman-teman bisa menjawab pertanyaan penutup ini dan pastikan GIGO tidak terjadi di lingkungan kerja anda. Sampai sini aja dulu ya… karena sekarang saya mau mandi dulu (hehehehehe…. :D). Sampai ketemu di tulisan yang akan datang. @pwh

2 Responses

  1. salam kenal…

    membaca blog ini seperti obat bagi saya,kenapa?

    saya adalah seorang drg di rumah sakit tentara tk IV di ternate (anda tau ternate pak admin?) saya baru masuk rumah sakit tsb. singkat cerita seiring berjalannya waktu, rst akan berbenah-benah dlm rangka akreditasi tk dasar (rumah sakit ini benar-benar kacau) dan entah mengapa karumkit memberi saya amanah menjd ketua pokja RM..
    saya yg notabene drg,hanya tahu sedikit sekali ttg RM, namun karumkit meyakinkan saya,saya pasti bisa. berbekal copy-an file dari Kesdam di Ambon…saya mencoba mengenal seluk beluk RM

    saya bingung..
    filling, koding,indeksing,grafik barber johnson…apa seeeh?
    dan lebih parahnya lagi,tdk ada orang yg bisa saya tanya/share ttg masalah ini di lingkungan kerja saya.

    akhirnya ketemu lah blog ini…ok sekian intronya

    setelah saya membaca blog anda,bnyk sekali muncul pertanyaan di otak saya :
    1. mengapa tidak ada satu orang pun lulusan D3 RM di pulau ternate dan maluku utara ini ?
    2. bagaimana membuat dan mengelola unit rekam medis dengan kondisi sdm yg sedikit dan sama sekali tdk punya latar belakang medis?
    3. saya sudah mencoba membuat RM baru, tetapi setelah membaca artikel anda sepertinya RM tersebut akan berakhir sampah juga…

    mohon pencerahan

    • Salam kenal jg untuk Pak Dokter. Jauh ya Dok, dari t4 saya di bandung. Ternate, Maluku pernah saya lihat pulaunya dr peta🙂 . Sebelumnya saya ucapkan terima kasih sudah mampir ke blog saya ini. Ya saya bisa mengerti dengan apa yang dokter rasakan (bingung). Karena selama 5 tahun saya mendapat pengalaman ikut mempersiapkan unit rekam medik di dua RS swasta dari nol (belum beroperasi) sampai akhirnya grand opening sangat berbeda dengan masuk ke sebuah RS negeri yang unit Rekam Mediknya sudah ada tapi berantakan. Rasanya gregetan ingin cpt2 diberesin tapi birokrasilah yang menghambat.

      Nah klo dokter butuh bantuan, saya siap bantu dari sini (bandung), klo harus ke ternate jauh euy (mahal). Masa iya di ternate tidak ada tenaga rekam medik? pasti ada lah dok. Kalau bnr2 ga ada dan rs t4 dokter bekerja butuh tenaga, nanti saya akan rekomendasikan adik2 kelas saya untuk melamar ke RS t4 Dokter (hehehe).Nah untuk mengelola rekam medik dengan sedikit SDM fsn lg belum berpengalaman di bidang rekam medik, tentunya Dokter harus memberi pelatihan terlebih dahulu. Rumah Sakit t4 dDokter bekerja bisa mengundang pengajar dr luar. Di bandung t4 saya ada team yg biasa memberikan trainning singkat (promo sedikit boleh ya dok). Ya training ini bersifat sementara, karena setahu saya th 2012 nanti petugas yg mengelola rekam medik haruslah minimal lulusan d3 Rekam medik dan memegang Sertifikat kompetensi perekam medik. Nah kalau dokter butuh literatur, ada banyak kok buku masalah rekam medik. di blog saya ada kan buku2 tentang rekam medik. klo dokter mau, nanti saya kirim copynya yg dokter butuh. Eh iya soal SDM yang sedikit itu bisa diitung ulang jumlah bebeankerjanya dan disesuaikan lagi. Selainitu sekarang kan jaman canggih, dengan sedikit SDM insyaAllah juga bisa kok, yaitu dengan mengaplikasikan Rekam Medik yang berbasis teknologi komputer. Pada awal infestasi memang kelihatan mahal, akan tetapi untuk masa depan pasti kita akanlihat manfaat lebihnya.

      Wah sayang itu dok klo rekam medik yang dokter buat akhirnya jd sampah. sayang dana dan tenaga yang sudah dikeluarkan. masalahnya saat ini rekam medik itu ilmunya sdh jelas, bahkan ada perkumpulan profesinya. saya & team bersedia bantu deh untuk membenahi rekam medik di t4 dokter bekerja. Kirim e-mail aja dok ke smartbow@gmail.com klo ada pertanyaan yg lebih detail lagi. InsyaAllah saya akan jawab. sekali lagi terima kasih sudah mampir ke blog saya dan menyempatkan menulis komentar serta pertanyaan.

      Salam hormat,

      Admin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: