Identitas Pasien

Bandung. Wah akhirnya saya mo nulis lagi nih, setelah lama ga punya ide (padahal ga punya duit). Sesuai janji saya kemaren, saya akan mulai menulis satu persatu hal-hal yang membuat saya heran (lihat posting “Heran Banget”). Ya harapannya tulisan-tulisan ini bisa menggugah para praktisi rekam  medik untuk lebih peduli terhadap profesinya dan terhadap apa yang mereka kerjakan. Semoga saja bermanfaat. Tapi sebelumnya saya utarakan bahwa tulisan ini tidak ada mksud untuk menjelekkan. Jadi kita mulai saja ya.

Saya akan mulai dari masalah identitas pasien, tulisan ini tentunya bersangkutan dengan masalah “pengisian rekam medik”. Di Rumah Sakit (RS) yang saya amati ini, rekam medik masih dilakukan secara konvensional. Maksud saya, para petugas medik masih mencatatkan setiap tindakan yang mereka berikan kepada pasien kedalam lembaran-lembaran kertas. Nah lembaran-lembaran kertas ini macamnya banyak sekali. Ada lembaran untuk catatan dokter, perawat, penunjang medik dan lain-lain.

Nah kalau formulir atau lembaran untuk mencatat banyak banget, maka seharusnya pihak RS berhati-hati dalam mengelola rekam medik  tersebut. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah maslah identitas pasien. Mengapa masalah identitas pasein ini harus diperhatikan dan seberapa penting?

Alasan identitas pasien wajib dicantumkan dalam tiap lembar yang digunakan untuk mencatat keadaan medik pasien agar lembaran tesebut tidak tertukar dengan pasien lain. Akibatnya bisa fatal jika lembaran tersebut tertukar. Bisa-bisa terapi atau pengobatan terhadap pasien menjadi salah. Selain itu jika lembaran tercecer, petugas akan sulit untuk mencari karena identitasnya tidak ada.

Identitas pasien ini juga harus dicatatkan dalam tiap lembaran secara teliti. Jangan sampai salah antara pria atau wanita, antara menikah dengen belum menikah. Misalnya saja kita ambil satu kasus pasien yang mengeluh mengalami keputihan ( Fluor albus ) bila ia sudah menikah dan bila ia belum menikah, analisa penyakitnya sangat berbeda. Kalau sudah menikah, mungkin di dapat dari suaminya dan mesti bertanya lebih lanjut apakah suami ada keluhan pada alat vital atau tidak.

Jadi, semua pihak di sebuah institusi layanan kesehatan harus peduli terhadap penulisan identitas pasien ini. Biasanya (keyataan yang saya temui di lapangan), identitas pasien ini sering sekali kosong pada lembaran rekam medik pasien rawat inap. Ya mungkin saja, dokter atau perawat atau petugas medik laennya malas karena tiap kali harus mengulang menulis identitas pasien. Tapi mau bagaimana lagi, itu sudah keharusan.

Kalau merasa malas untuk menuliskan secara berulang pada tiap lembar catatan yang dipakai, pihak RS bisa menggunakan stiker. Jadi saat pasien akan masuk rawat inap, di bagian admision dicetak dahulu stiker identitas pasien sesuai kebutuhan dan jika saat dirawat stikerj habis, masih bisa diprint ulang. Jadi para petugas medik bisa tinggal tempel. Ya mungkin itu sih solusi buat yang males nulis. (hehehehe klo malas bisa bahaya lho akibatnya).

Dah dulu ah. Kalau ada masukan atau info tambahan boleh kasih komentar. ditunggu ya…. Sampai ketemu di posting yang akan datang. @pwh

4 Responses

  1. Numpang kasih pendapat, Boss. Untuk rekan-² yang perlu aplikasi SIM RS yang lengkap tapi murah bisa kunjungi blog kami di atas.

    Dijamin pasti puas, karena modul MR sudah tersedia ICD-10 dan juga pencatatan historis medik yg teratur. Sehingga tiap pasien hanya punya 1 nomor Rekam Medik.

    Silahkan… dan terima kasih

  2. settujah mas admin, saya pikir juga kemalasan itu membawa mudhorot

  3. Yg sy tau, identitas pasien dlm lembar rekam medik tidak boleh menggunakan stiker secara ISO dan akreditasi JCI, mohon konfirmasi

    • Salam sejahtera. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini. Klo boleh tau standar ISO dan akreditasi JCI yg mana yg mnyebutkan bahwa identitas pasien tidah boleh menggunakan stiker? Boleh saya mnta soft copy bagian dari standar ISO dan JCI yg menyatakan hal tersebut?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: